AMD vs Intel Siapakah yang Lebih Unggul?

Posted: 2 Januari 2010 in Tulisan
Print E-mail
Arsitektur AMD terbukti lebih unggul. Namun, Intel juga berencana membuat CPU Dual-Core mendatang dengan konsep yang sama dengan AMD.
64 Bit: Inovasi yang paling menggebrak dari pengembangan prosesor adalah implementasi 64 Bit. Dari sisi hardware, sejak dua tahun lalu, AMD sudah siap dengan solusi CPU 64 Bit pertamanya. Sayangnya, CPU ini belum didukung Windows di segmen Desktop. Baru setelah Intel juga menawarkan CPU 64 Bit dengan seri 6xx, industri prosesor mulai berubah. Sejak Mei lalu, Windows XP versi 64 Bit sudah tersedia dan dapat digunakan pada CPU AMD maupun Intel.
Dari sisi software, Extended Memory 64 Technique (EM64T) Intel ini sama dengan yang dipakai AMD. Teknologi ini adalah perluasan konsep 32 Bit dengan fungsi-fungsi tambahan sehingga software 32 Bit masih dapat digunakan.
Registry dan perintah-perintah 64 Bit antara lain dapat mempercepat penanganan bilangan yang membutuhkan tempat lebih dari 32 Bit, termasuk format “Long-Integer” dan “Double-Floating-Point” yang digunakan pada aplikasi ilmiah.
Dengan teknologi 64 Bit, memory address yang dapat dikontak juga meningkat 16 Exabyte (praktiknya hanya sekitar 1 Terabyte). Sebanyak 32 memory address maksimal hanya mencakup 4 GB. Kelebihan konsep teknologi 64 Bit dapat Anda baca pada halaman berikut.
Hemat energi: Untuk PC yang tenang, prosesor harus hemat energi. Pada CPU high-end terbaru, daya panas yang dihasilkan tiap bidang yang setara dengan uang logam Rp 25, sama dengan daya bola lampu 100 Watt! Pendinginan yang dilakukan dengan kipas menjadikan PC bersuara bising.
Mulai Sempron 3000+, AMD menangkalnya dengan mekanisme hemat energi Cool n’ Quiet yang menurunkan clockspeed CPU pada beban rendah. Permukaan prosesor menjadi tetap dingin dan sistem lebih tenang. Mulai seri 6xx, Intel melengkapi CPU-nya dengan mekanisme serupa, Enhanced SpeedStep (ESS). Namun, solusi ini kurang efektif.
Keluarga prosesor AMD meliputi Athlon 64 FX, Dual-Core X2, Athlon 64, dan Sempron. Anda bisa membandingkannya berdasarkan peringkat dalam nama (misalnya 4000+). Nomor 2 digit pada model FX juga menandakan kecepatan, semakin besar semakin cepat.
Perbedaan teknis antarkeluarga produk kini tidak lagi terlalu jelas. Dulu, dukungan dual-channel hanya untuk seri FX dan Cool n’ Quiet hanya untuk Athlon 64. Kini keduanya memiliki semua feature tersebut. Spesifikasi tepatnya bisa Anda lihat pada nomor OPN yang ada pada CPU.
Sejak sekitar setahun ini, CPU keluaran Intel tidak lagi menyandang clockspeed sebagai nama produk, melainkan nomor model 3 digit. Misalnya “Pentium D 840”, disamping keluarga produk (“8xx” berarti Dual-Core) juga menjelaskan clockspeed, frekuensi FSB dan ukuran L2 cache CPU tersebut. Pentium 4 Hyperthreading dengan L2 cache 2 MB dinamai “6xx”, dengan L2 cache 1 MB “5xx”. Prosesor desktop Celeron disebut “3xx”, sementara CPU high-end mendapat atribut “Extreme Edition”.Pada prosesor Intel, spesifikasi terpenting terpatri di permukaan prosesor .
Soket prosesor: Untuk CPU keluaran terbaru mereka, AMD dan Intel menawarkan CPU desktop untuk 2 tipe soket: Athlon X2, 64 dan FX memakai soket 939 (gambar 1), Sempron terbaru dan model 64 generasi pertama menggunakan soket 754 (gambar 2). CPU Dual-Core Intel, P4 dan Extreme Edition memakai soket 775.

Sumber : http://www.PC plus.co.id/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s